Mengenal Burung Merpati Hitam Khas Sulawesi
Burung Merpati Hitam Sulawesi – Burung merpati hitam Sulawesi ini atau dengan nama lain Turacoena manadensis merupakan salah satu spesies burung merpati endemik asli dari Sulawesi Indonesia. Burung merpati hitam ini memiliki nama internasional yaitu White-faced Cuckoo-dove sesuai dengan warna putih pada wajahnya. Dan burung ini masih tergolong dengan famili Columbidae (merpati) dari Genus Turacoena. Burung ini endemik dari pulau Sulawesi kepulauan Sula dan di pulau-pulau satelitnya seperti Bangka, Lembeh, Manadotua, Muna, Butung, Manterawu, Kepulauan Togean, Kepulauan Banggai.
Burung merpati hitam Sulawesi ini memiliki ukuran tubuh sekitar 40cm dan memiliki ekor yang agak Panjang dan lebar. Pada bagian wajah burung merpati hitam Sulawesi ini memiliki warna putih dan agak kemerahan pada daerah disekeliling mata merpati, sedangkan burung merpati Sulawesi ini memiliki tubuh berwarna kehitam-hitaman (sabak tua) dan dibagian leher sedikit berwarna hijau mengkilap. Burung merpati Sulawesi ini terkenal akan kecantikannya oleh sebab inilah burung merpati hitam Sulawesi ini banyak diburu dan ditangkap untuk dipelihara oleh Sebagian orang.
Padahal berdasarkan kriteria dan kategorinya dalam Conservation Status (Status konservasi) yang dikeluarkan oleh pihak IUCN Red List, maka burung merpati hitam Sulawesi ini tergolong dan masuk dalam kategori Least Concern (Beresiko Kepunahan) yang dimana dilihari dari 3 parameter kategori yakni parameter utamanya seperti kondisi populasi (Jumlah dari populasi dialamnya dan laju penyusutan populasinya), parameter kedua yaitu penyebaran populasi dan parameter ketiga yaitu peluang kepunahan.
IUCN Red list mengatakan bahwa penyebaran burung merpati hitam Sulawesi ini masih dibawah batas untuk dapat memasuki kategori Vulnerable (Kategori Rawan). Dengan ambang batas populasi dari suatu luas sebaran yakni <20.000 km persegi. Namun kenyataannya spesies burung merpati hitam Sulawesi ini masuk kedalam kategori Least Concern yang mana tidak menutup kemungkinan untuk mengalami kepunahan dengan cara perlahan-lahan dengan catatan apabila populasi burung merpati hitam Sulawesi ini mengalami penurunan.
Menurut data dari Rheindt dan Ng (2016) Habitat burung Merpati Hitam Sulawesi ini biasanya berada di pinggiran hutan-hutan sekunder dan hutan-hutan primer ada juga Sebagian di perkebunan yang memiliki daerah disekitar 1170 Meter diatas permukaan laut. Sampai artikel ini ditulis masih belum terdapat jumlah populasi yang pasti dari burung merpati hitam Sulawesi ini di alam liar, perkiraan jumlah populasinya tidak lebih dari 10.000 ekor saja dan oleh alasan ini juga pihak IUCN Red List menetapkan Merpati Hitam Sulawesi kedalam kategori Least Concern (Beresiko Kepunahan).
Keberadaan burung merpati hitam Sulawesi ini sangat penting dalam ekosistem, salah satu perannya ialah membantu proses penyebaran biji dari beberapa spesies pohon dan tanaman. Dengan semakin lamanya status Least Concern yang disandang oleh spesies merpati hitam ini sejak 2004 spesies ini bisa berubah status menjadi rentan akan kepunahan. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu faktornya yaitu semakin mengecilnya habitat burung merpati hitam Sulawesi ini yang tinggal ada sekitar 13.000 km persegi (kepulauan sula dan kepulauan banggai), faktor lainnya seperti maraknya pemburuan liar akan burung ini semakin menambah faktor kepunahan dari burung merpati hitam ini.
Untuk mengatasi hal tersebut sebaiknya masyarakat seperti kita ikut melestarikan burung ini dengan cara tidak memburunya seiring dengan penurunan populasi dari burung merpati hitam ini, Tindakan lain yang bisa dilakukan adalah kita juga bisa terlibat untuk mensosialisasikan kepada masyarakat-masyarakat tentang bahaya dan akibat dari pemburuan liar yang mengakibatkan spesies burung ini punah.

Komentar
Posting Komentar